SUMBANGAN MAHASISWA BAGI RAKYAT MENYANGKUT KENAIKAN HARGA BBM
Sekarang ini terdengar dimana-mana tentang aksi demo mahasiswa menuntut
isu kenaikkan BBM yang akan segera dilaksanakan oleh pemerintah dalam
beberapa minggu kedepan. Bagi setiap orang yang kontra dengan dengan
kenaikan harga BBM memang sangat mendukung aksi yang dilakukan oleh para
mahasiswa ini, bentuk dukungan pun datang dari semua kalangan terutama
kalangan bawah yang benar-benar sangat disengsarakan dengan adanya
kenaikan harga BBM ini. Mereka juga berharap agar aksi-aksi yang akan
dilakukan oleh para mahasiswa ini bisa mendapat respon positif, paling
tidak bisa menggagalkan rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Yang
diharapkan oleh semua orang pastilah demonstrasi yang aman tanpa adanya
tindakan-tindakan anarki baik dari pihak demonstran ataupun aparat itu
sendiri.
Menimbang dari pengalaman-pengalaman demonstrasi mahasiswa menuntut
keadilan rakyat kecil seperti pada saat Reformasi tahun 1998, masyarakat
pun akhirnya mempunyai perspektif bahwa aksi demo mahasiswa menolak
Kenaikan Harga BBM akan berlangsung anarkis dan tidak sesuai dengan
proses demonstrasi yang diidam-idamkan, yakni demonstrasi yang aman,
tertib dan mendapat respon dari pihak yang kita tuju yang pastinya
pemerintah.
Bayangan semua orang akan kemungkinan-kemungkinan terjadinya tindakan
anarkis pada aksi demo mahasiswa menuntut penolakan kenaikan harga BBM
itupun menjadi kenyataan. Pada bebarapa aksi demo mahasiswa kemarin
saja, rata-rata berakhir dengan anarki dan tak terkendali. Bukannya
hasil yang didapat, tetapi yang terjadi hanyalah bentrokan-bentrokan
mahasiswa dengan pihak kepolisian yang mencoba menghalangi aksi demo
mahasiswa. Kondisi seperti itu terjadi pada aksi demo mahasiswa di
Gambir, Jakarta, Surabaya, Medan, Tanjung Priuk dan Makasar. Terkhusus
untuk aksi demo mahasiswa yang terjadi di Makasar, justru bentrokan yang
terjadi adalah antara mahasiswa dengan warga sekitar. Warga yang merasa
mereka dirugikan dengan adanya aksi demo mahasiswa tersebut.
Dalam aksi demonstrasi penolakan harga BBM ini, mahasiswa lah yang
menjadi aktor utama dalam aksi demonstrasi yang terjadi di beberapa kota
besar di Indonesia ini. Tujuan mahasiswa sebenarnya cuma satu, yakni
menegakkan keadilan yang sebaik mungkin. Dimana selain faktor-faktor
tersebut, mahasiswa juga secara hakiki memang harus menjadi tulang
punggung rakyat terhadap sebuah tindakan yang sangat merugikan dan
menyengsarakan hajat hidup orang banyak terutama kaum rakyat
miskin.¬¬¬¬¬
Secara fungsional tugas dari kepolisian dalam sebuah aksi demonstrasi
yang dilakukan baik dari mahasiswa, buruh dan yang lainnya. Adalah
memastikan akan keamanan sebuah sasaran-sasaran tujuan demo. Terutama
sarana-sarana umum, selain itu juga pihak kepolisian ini juga harus bisa
meredam amarah demonstran ketika mereka terprovokasi oleh pihak-pihak
yang mempunyai kepentingan. Pihak kepolisian harus tahu betul siapa yang
pendemo sejati, siapa juga yang menjadi provokator terhadap
tinadakan-tindakan anarkis yang mungkin terjadi. Kepolisian harus
mempunyai strategi-strategi khusus untuk menstabilkan suasana dengan
berbagai cara seperti membentuk barekode yang kuat, penggunaan water
canon, penggunaan gas air mata dll.
Dalam hal ini, masyarakat sendiri adalah pihak yang diperjuangkan oleh
mahasiswa. Apapun keluhan masyarakat tentang sebuah kebijakan yang
merugikan pasti akan di respon mahasiswa dengan melakukan berbagai aksi
menuntut keadilan. Namun hakikinya, masyarakat ini juga sebenarnya bisa
bergerak sendiri menuntut keadilan tersebut. Namun fakta yang terjadi,
segala gagasan dari masyarakat ke pemerintah jarang sekali yang di
dengar. Karena pada hakikinya masyarakat itu di bawah pemerintah. Dan
oleh karena itu, jika masyarakat ini sangat membutuhkan sosok penengah
dalam masalah kenihilan dalam menyuarakan pendapat ini. Dan Mahasiswa
adalah harapan satu-satunya.
Namun yang terjadi pada konteks aksi demo kali ini adalah Mahasiswa vs
Masyarakat. Beberapa hal yang menjadi penyebab adalah sebagai berikut:
1.Tindakan mahasiswa yang cenderung anarki dan merusak fasilitas umum.
2.Adanya penyusup/provokator baik dari pihak mahasiswa ataupun masyarakat.
3.Terjadinya strategi politik oknum tertentu mempengaruhi masyarakat
untuk melakukan perlawanan terhadap aksi yang dilakukan oleh mahasiswa.
4.Adanya sebuah kerugian yang besar dari pihak masyarakat dengan adanya
aksi demo mahasiswa tersebut sehingga menimbulkan kekesalan dari
masyarakat.
5.Adanya kepercayaan yang kuat dari masyarakat, bahwa aksi yang
dilakukan oleh mahasiswa itu telah ditunggangi oleh oknum-oknum yang
mempunyai tujuan lain.
Mengenai terjadinya bentrok antara pihak pejuang (Mahasiswa) dengan
pihak yang diperjuangkan (Masyarakat) dalam aksi demonstrasi mahasiwa
menuntut kenaikan harga BBM, kita mungkin bisa lebih menganalisanya
sendiri lebih jauh berdasarkan keyakinan dan fakta yang kita miliki.
Namun apapun yang sebenarnya menjadi problema munculnya bentrokan antara
mahasiswa dan masyarakat, tetap saja ini sangat menyalahi tujuan yang
telah ditetapkan. yakni tujuan untuk “Menolak Kenaikan Harga BBM” dan
bila kejadian seperti ini terus terjadi, segala tujuan mungkin tidak
akan terlaksana, yang ada hanyalah permusuhan baru antara masyarakat
dengan mahasiswa. Dan citra mahasiswa sendiri sebagai harapan masyarakat
pun akan luntur dengan pandangan-pandangan negatif seperti ini.
Mudah-mudahan setiap perjuangan yang dilakukan mahasiswa dapatlah
berguna bagi masyarakat dengan tidak menyalahi aturan-aturan yang
berlaku karena pada hakikatnya mahasiswa itu adalah orang-orang yang
akan mewarisi kehidupan selanjutnya bagi bangsa kita ini.